Banyak diantara kita sering mengalami miskonsepsi dan mempertukarkan pengertian antara suhu dan kalor. Pengertian suhu dan kalor sangat berbeda namun keduanya saling terkait. Suhu merupakan ukuran yang menyatakan derajat panas suatu benda. Suhu adalah indikator atau tanda bahwa sebuah benda memiliki kalor. Tinggi atau rendahnya suhu merupakan banyak atau sedikitnya kalor pada sebuah benda. Benda yang suhunya tinggi memiliki jumlah kalor yang banyak dan benda yang suhunya rendah memiliki jumlah kalor yang sedikit. Satuan besaran suhu dalam SI adalah Kelvin.
Alat untuk mengukur suhu adalah termometer. Termometer dilengkapi dengan skala-skala yang acuannya dari titik bawah dan titik atas. Beberapa jenis skala termometer yang sering digunakan adalah skala Fahrenheit, skala Celcius, skala Reamur dan skala Kelvin. Perbandingan skala keempat termometer tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Salah satu contoh peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep suhu dan kalor adalah ketika memasak air. Air yang mula-mula suhunya 0oC lama kelamaan akan naik menjadi 100oC. Hal ini menandakan bahwa air mendapat tambahan kalor dari api kompor. Kalor selalu mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah. Mudah tidaknya kalor mengalir dari satu tempat menuju tempat yang lain tergantung dari jenis dan sifat medium yang dilewati. Medium yang sangat mudah dilewati kalor disebut konduktor panas dan medium yang tidak dapat dilewati kalor disebut isolator panas. Satuan besaran kalor adalah kalori (kal) atau kilokalori (kkal). Satu kalori didefenisikan sebagai jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu air yang massanya 1 gram sebesar 1 derajat Celcius.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar