a. Pengertian model pembelajaran berbasis masalah
Menurut Arends (Fachrurazi, 2011) pembelajaran berbasis masalah (PBM) merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa mengerjakan permasalahan yang autentik dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan inkuiri dan keterampilan berpikir, mengembangkan kemandirian, dan percaya diri. Hal senada diungkapkan pula oleh Suryadi dalam Fachrurazi (2011) yang menyatakan bahwa PBM merupakan suatu strategi yang dimulai dengan menghadapkan siswa pada masalah nyata atau masalah yang disimulasikan. Pada saat siswa menghadapi masalah tersebut, mereka mulai menyadari bahwa hal demikian dapat dipandang dari berbagai perspektif serta menyelesaikannya dibutuhkan pengintegrasian informasi dari berbagai ilmu.
b. Sintaks model pembelajaran berbasis masalah adalah
Menurut Pannen dalam Sutrisno (1998), langkah-langkah dalam model pembelajaran berbasis masalah ada delapan yaitu
1) Mengidentifikasi masalah.
2) Mengumpulkan data.
3) Menganalisis data.
4) Memecahkan masalah berdasarkan data yang ada dan analisisnya.
5) Memilih cara untuk memecahkan masalah.
6) Merencanakan penerapan pemecahan masalah.
7) Melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan.
8) Melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah.
Menurut Arends dalam Sutrisno (1998) mengemukakan ada 5 fase (tahap) dalam model pembelajaran berbasis masalah yaitu:
· Fase 1: Mengorientasikan siswa pada masalah. Menjelaskan tujuan pembelajaran, logistik yang diperlukan, memotivasi mahasiswa terlibat aktif pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
· Fase 2: Mengorganisasi siswa untuk belajar. Membantu siswa membatasi dan mengorganisasi tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
· Fase 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. Mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, dan mencari untuk penjelasan dan pemecahan.
· Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Membantu siswa merencanakan dan menyi-apkan karya yang sesuai seperti laporan, video, dan model, dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan temannya.
· Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Membantu siswa melakukan refleksi terhadap penyelidikan dan proses-proses yang digunakan selama berlangusungnya pemecahan masalah.
c. Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran berbasis masalah
1) Kelebihan model pembelajaran berbasis masalah adalah
a) Siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut.
b) Siswa dilibatkan secara aktif dalam hal pemecahan masalah dan dituntut keterampilan berpikir yang lebih tinggi.
c) Pengetahuan tertanam berdasarkan skema yang dimiliki oleh siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna.
d) Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung berkaitan dengan kehidupan nyata.
e) Menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain.
f) Membiasakan siswa untuk belajar kelompok dan saling berinteraksi di antara siswa yang satu dengan yang lainnya sehingga pencapaian ketuntasan belajar siswa dapat diharapkan.
g) Dapat menumbuhkembangkan kemampuan kreativitas siswa.
2) Kelemahan model pembelajaran berbasis masalah adalah
a) Peserta didik dan guru belum terbiasa menerapkan konsep ini.
b) Seorang guru yang mengadopsi pendekatan berbasis masalah mungkin tidak dapat menyelesaikan bahan pelajaran sebanyak bahan pelajaran yang diajarkan pada pembelajaran berbasis konvensional.
c) Kurangnya waktu pembelajaran.
d) Pembelajaran berbasis masalah tidak menghadirkan kurikulum baru tetapi menggunakan kurikulum yang sama namun diterapkan dengan metode yang berbeda.
e) Siswa benar-benar tidak tahu apa dan bagian mana yang penting untuk mereka pelajari, terutama bagi mereka di daerah yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya.
Sumber:
Fachrurazi.2011. Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah. Diakses tanggal 24 November 2012, dari hpi.ttp://jurnal.uedu/file/8-Fachrurazi.pdf
Sutrisno, Wayan Dasna. 1998. Pembelajaran Berbasis Masalah. Diakses tanggal 24 November 2012, dari http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/195704081984031-DADANG_SUPARDAN/Pembelajaran_Berbasis_Masalah.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar