Menurut Porter pembelajaran kuantum adalah
pengubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya. Kata quantum berarti
interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, dengan demikian quantum
teaching adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan
di sekitar momen belajar.
b.
Sintaks model
pembelajaran kuantum
Kerangka rancangan pembelajaran kuantum dikenal dengan istilah TANDUR yang di dalamnya memiliki 6 tahap atau fase yaitu:
1) Tumbuhkan berarti
menumbuhkan minat belajar siswa dengan cara memberitahukan manfaat materi yang
akan dipelajari.
2) Alami berarti
guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman-pengalaman
umum yang dapat dimengerti oleh mereka.
3) Namai berarti
guru menyediakan kata-kata kunci, konsep, rumus yang merupakan materi utama yang
menjadi pesan pembelajaran.
4)
Demonstrasikan
berarti guru menyediakan kesempatan bagi siswa untuk dapat menunjukkan
kemampuannya.
5) Ulangi berarti
guru menunjukkan kepada siswa cara-cara mengulang materi dan menegaskan bahwa
mereka benar-benar tahu akan apa yang dipelajari.
6)
Rayakan berarti guru
memberikan pengakuan atas upaya yang telah dilakukan siswa dalam menampilkan
penyelesaian, partisipasi, pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuannya.
c.
Kelebihan dan
kelemahan model pembelajaran kuantum
1)
Kelebihan model
pembelajaran Kuantum adalah
a) Pembelajaran kuantum berpangkal pada
psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan
konsep kuantum dipakai.
b) Pembelajaran kuantum lebih bersifat
humanistis, bukan positivistis-empiris atau nativistis.
c)
Pembelajaran kuantum lebih konstruktivistis,
bukan positivistis-empiris, behavioristis.
d) Pembelajaran kuantum memusatkan
perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi
makna.
e) Pembelajaran kuantum sangat menekankan
pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
f) Pembelajaran kuantum sangat menentukan
kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau
keadaan yang dibuat-buat.
g) Pembelajaran kuantum sangat menekankan
kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
h)
Pembelajaran kuantum memiliki model yang
memadukan konteks dan isi pembelajaran.
i) Pembelajaran kuantum memusatkan
perhatian pada pembentukan keterampilan akademis, ketrampilan (dalam) hidup,
dan prestasi fisikal atau material.
j) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
k)
Pembelajaran kuantum mengutamakan
keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
l) Pembelajaran kuantum mengintegrasikan
totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.
2)
Kelemahan model
pembelajaran kuantum adalah
a) Membutuhkan pengalaman yang nyata.
b) Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam
belajar.
c) Kesulitan mengidentifikasi keterampilan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar