Model
pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu
pola pembelajaran yang sajikan oleh pengajar mulai dari awal sampai akhir
pembelajaran berlangsung. Model pembelajaran dapat menghasilkan lingkungan
belajar tertentu sehingga peserta didik dapat berinteraksi satu dengan yang
lainnya. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya perubahan tingkahlaku peserta
didik secara khusus. Melalui pemahaman berbagai model pembelajaran yang banyak
dikembangkan di kelas, seorang pengajar dapat mengembangkan strategi
pembelajaran lewat pemikiran sebelum yang bersangkutan berada di kelas. Model pembelajaran
dapat membantu pengajar dalam penguasaan kemampuan dan keterampilan yang
berkaitan dengan upaya mengubah tingkah laku peserta didik sejalan dengan
rencana yang telah ditetapkan.
Hal ini
berarti model pembelajaran diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas. Umumnya model
pembelajaran yang dikembangkan memiliki berbagai jenis sumber yang secara umum
akan membedakan pendekatan yang digunakan dengan sasaran akhirnya adalah
perubahan tingkah laku peserta didik. Oleh karena itu, kegunaan model
pembelajaran bagi pengajar antara lain membimbing, membantu dalam pengembangan kurikulum, penetapan materi pembelajaran dan peningkatan
efektivitas pembelajaran.
Membimbing
yang dimaksudkan disini adalah menolong pengajar dalam menentukan apa yang
seharusnya dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Membantu dalam
pengembangan kurikulum berkaitan dengan pemahaman tentang usia peserta didik,
sehingga perhatian pengajar di samping pada materi yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran juga kondisi psikologis yang sejalan dengan usia peserta didik
yang dihadapi. Selanjutnya penetapan materi pembelajaran berkaitan dengan macam
dan jenis materi yang dipilih dan digunakan pengajar dalam rangka mengubah
tingkah laku peserta didik. Melalui pemilihan materi pembelajaran ini
kepribadian peserta didik diharapkan dapat terbentuk lewat kebiasaan cara
belajar yang dilakukan.
Akhirnya
dari semua hal di atas, efektivitas pembelajaran dapat dicapai lewat pembelajaran
yang dilakukan oleh seorang pengajar. Efektivitas merujuk pada aktivitas
pengajar yang tidak semata-mata bertindak secara prosedural, tetapi juga mampu menggerakkan partisipasi peserta didik dalam
pembelajaran.
Makalah ini akan membahas dua model pembelajaran yang sering diterapkan
oleh para pengajar di sekolah yaitu model pembelajaran demonstration dan model pembelajaran improve. Model pembelajaran demonstration
biasanya digunakan untuk materi pelajaran yang membutuhkan alat
peraga/percobaan. Sedangkan model pembelajaran improve merupakan model pembelajaran yang biasanya digunakan jika
materi yang diajarkan tidak memerlukan alat peraga. Setiap model ini memiliki
keunikan tersendiri dalam setiap langkah-langkah penerapannya. Khusus untuk
model pembelajaran improve, langkah-langkah
pembelajarannya merupakan singkatan dari kata “improve” itu sendiri.
Setiap model pembelajaran yang biasa diterapkan di sekolah memiliki
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu diperlukan kreativitas
seorang pengajar untuk memilih salah satu jenis model pembelajaran jika akan
melaksanakan proses belajar mengajar di kelas agar tercapai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan. Kesalahan dalam memilih model pembelajaran akan
menyebabkan pembelajaran tidak efektif dan materi yang diajarkan sulit
dimengerti oleh setiap peserta didik.
A.
Model Pembelajaran Demonstration
1. Pengertian
model pembelajaran demonstration
Dalam kamus Demonstration adalah mempertunjukkan
atau mempertontonkan.( Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, 1984: 178 ). Menurut
Prayogo (2001) pembelajaran model demonstration adalah salah satu cara
mengajar atau teknik mengajar dengan memvariasikan lisan dengan suatu kegiatan
(penggunaan suatu alat). Model pembelajaran demonstration
merupakan model mengajar yang sangat efektif untuk membantu peserta didik dalam
memahami konsep-konsep praktek. Dengan model demonstration peserta didik
dapat belajar langsung dan mendapat pengalaman yang lain dibandingkan jika
peserta didik mendengarkan ceramah pendidik atau sebatas membaca buku teks.
Sedangkan menurut
Muhibbin Syan (2005) pembelajaran model demonstration adalah mengajar
dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan
kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang
relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
Dari uraian di atas
dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran demonstration adalah metode
mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau
untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. Dengan
menggunakan model ini pendidik atau peserta didik memperlihatkan kepada seluruh
anggota kelas mengenai suatu proses.(Taufik, 2010)
2. Langkah-langkah
model pembelajaran demonstration
Adapun
langkah-langkah model pembelajaran demonstrasi adalah
a. Tahap
persiapan
Pada
tahap persiapan ini ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
1) Rumuskan
tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah proses demonstrasi berakhir.
Tujuan ini meliputi beberapa aspek seperti aspek pengetahuan dan keterampilan
tertentu.
2) Persiapkan
garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan. Hal ini dilakukan
untuk menghindari kegagalan.
3) Lakukan
uji coba demonstrasi. Uji coba meliputi segala peralatan yang diperlukan.
b. Tahap
pelaksanaan
1) Langkah
pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus dilakukan antara lain:
a) Aturlah
tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat melihat dengan jelas
apa yang didemonstrasikan.
b) Kemukakan
tujuan apa yang harus dicapai peserta didik.
c) Kemukakan
tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh peserta didik, misalnya ditugaskan
untuk mencatat hal-hal yang penting dari pelaksanaan demonstrasi.
2) Langkah
pelaksanaan demonstrasi
a) Mulailah
demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang peserta didik untuk
berfikir. Misalnya pertanyaan-pertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga
mendorong peserta didik tertarik untuk memperhatikan demonstrasi.
b) Ciptakan
suasana yang menyejukkan dan menghindari suasana yang menegangkan.
c) Yakinkan
bahwa semua peserta didik mengikuti jalannya demonstrasi.
d) Berikan
kesempatan kepada peserta didik untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut
sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi.
3) Langkah
mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah peserta didik memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, sebaiknya pengajar dan peserta didik melakukan evaluasi bersama tentang jalannya demonstrasi untuk perbaikan selanjutnya. (Afifatul, 2008)
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah peserta didik memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, sebaiknya pengajar dan peserta didik melakukan evaluasi bersama tentang jalannya demonstrasi untuk perbaikan selanjutnya. (Afifatul, 2008)
3.
Kelebihan model pembelajaran demonstration
Pada hakikatnya, semua
metode itu baik dan tidak ada yang paling baik atau paling efektif, karena hal
itu tergantung kepada penempatan dan penggunaan metode terhadap materi yang
sedang dibahas. Yang paling penting, pendidik mengetahui kelebihan dan kekurangan
metode-metode tersebut. Model demonstrasi ini tepat digunakan apabila
bertujuan untuk memberikan keterampilan tertentu, memudahkan berbagai jenis
penjelasan sebab penggunaan bahasa lebih terbatas, menghindari verbalisme,
membantu anak dalam memahami dengan jelas jalannya suatu proses dengan penuh
perhatian sebab lebih menarik.
Kelebihan model pembelajaran
demonstrasi adalah
a. Demonstrasi dapat mendorong motivasi
belajar peserta didik.
b. Demonstrasi
dapat menghidupkan pelajaran karena peserta didik tidak hanya mendengar tetapi
juga melihat peristiwa yang terjadi.
c. Demonstrasi
dapat mengaitkan teori dengan peristiwa alam lingkungan sekitar. Dengan
demikian peserta didik dapat lebih meyakini kebenaran materi pelajaran.
d. Demonstrasi
apabila dilaksanakan dengan tepat, dapat terlihat hasilnya.
e. Demonstrasi seringkali mudah
teringat daripada bahasa dalam buku pegangan atau penjelasan pendidik.
f. Melalui
demonstrasi peserta didik terhindar dari verbalisme karena langsung memperhatikan
bahan pelajaran yang dijelaskan.
Manfaat model pembelajaran demonstrasi yang terpenting adalah memberi ilustrasi dan memperjelas konsep-konsep dan penerapannya. Sebab melihat benda nyata bagi peserta didik lebih terkesan dari pada membaca atau melihat gambarnya saja.
Manfaat model pembelajaran demonstrasi yang terpenting adalah memberi ilustrasi dan memperjelas konsep-konsep dan penerapannya. Sebab melihat benda nyata bagi peserta didik lebih terkesan dari pada membaca atau melihat gambarnya saja.
4. Kelemahan
model pembelajaran demonstration
Model pembelajaran selain
mempunyai kelebihan juga mempunyai kelemahan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000),
antara lain:
a. Peserta didik
terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua
benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar
dimengerti apabila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang
didemonstrasikan . (Eka Gunawan, 2009)
d. Demonstrasi
memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai
demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan model ini tidak efektif lagi.
e. Demonstrasi
memerlukan peralatan, bahan-bahan dan tempat yang memadai berarti penggunaan
model ini lebih mahal jika dibandingkan dengan ceramah.
f. Demonstrasi
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus sehingga guru dituntut
untuk bekerja lebih profesional.
B. Model Pembelajaran Improve
1. Pengertian model pembelajaran
improve
Model pembelajaran
improve
merupakan singkatan dari introducing the
new concept, metakognitive questioning, practicing, reviewing and reducing
difficulties, obtaining mastery, verification and enrichment. (Herdian,
2009)
2. Langkah–langkah
model pembelajaran improve
Setiap kata dari
singkatan model pembelajaran improve merupakan
langkah dalam pembelajaran yaitu
a. Introducing
the new concept. Peserta didik diberikan suatu konsep baru oleh guru tanpa
memberikan hasil akhir atau bentuk jadinya saja. Konsep ini diberikan dengan
menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang membuat peserta didik terlibat secara
aktif dan dapat menggali kemampuan diri mereka sendiri.
b. Meta-cognitive
questioning. Pertanyaan yang dapat diajukan guru kepada peserta didik
meliputi pertanyaan pemahaman misalnya seorang guru memberikan permasalahan
kepada peserta didik mengenai suatu materi, setelah itu guru bertanya kepada
peserta didik, “Apa masalah ini?”, pertanyaan koneksi merupakan pertanyaan
mengenai apa yang peserta didik dapat sekarang dengan apa yang telah didapatnya
dahulu, misalnya, “Apakah masalah sekarang sama atau berbeda dari pemecahan
masalah yang telah anda lakukan dimasa lalu?”. Pertanyaan strategi berkaitan
dengan solusi-solusi yang akan diajukan peserta didik untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapinya seperti “Strategi apa yang cocok untuk memecahkan
masalah tersebut?” dan pertanyaan refleksi yang mendorong peserta didik ntuk
mempertimbangkan cara atau strategi yang telah diajukannya seperti “Apakah
strategi itu merupakan solusi yang masuk akal untuk memecahkan masalah ini?”.
c. Practicing. Peserta didik diajak untuk
berlatih memecahkan masalah secara langsung. Hal ini sangat bermanfaat untuk
meningkatkan penguasaan materi dan mengasah kemampuan serta keterampilan
peserta didik.
d. Reviewing
and reducing difficulties. Biasanya pada saat latihan langsung, peserta
didik banyak mengalami kesulitan. Pada tahap ini guru mencoba untuk melakukan
review terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi para peserta didik dalam
memahami materi dan memecahkan permasalahan.
e. Obtaining
mastery. Peserta didik diberikan tes yang bertujuan untuk mengetahui
penguasaan materi.
f. Verification.
Pada tahap ini, dilakukan identifikasi peserta didik mana yang telah mencapai
batas kelulusan yang dikategorikan sebagai peserta didik yang sudah menguasai
materi dan mana yang belum mencapai batas kelulusan yang dikategorikan sebagai
peserta didik yang belum menguasai materi.
g. Enrichment.
Pada tahap ini dilakukan pengayaan terhadap peserta didik yang belum menguasai
materi dengan kegiatan remedial. (Dewi Yuningsih, 2007)
Pada
tahap pertama, guru memberikan konsep baru (Introducing the new concept)
terkait materi yang akan disampaikan menggunakan media pembelajaran dan
pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggali kemampuan peserta didik sendiri
seperti; (1) rumus apa saja yang kalian ketahui?, (2)bagaimana penggunaan
rumus-rumus tersebut?
Selanjutnya,
peserta didik dihadapkan pada suatu kasus mengenai materi yang terkait. Setelah
itu guru memberikan pertanyaan-pertanyaan metakognitif (meta-cognitive questioning)
terkait materi pembelajaran seperti; (1) Mengenai apa keseluruhan masalah ini?,
(2) Bagaimana cara untuk menyelesaikan masalah tersebut?, (3) apa perbedaan
kasus ini dengan kasus yang telah dijelaskan sebelumnya?.
Kemudian
peserta didik berlatih (practicing) untuk menyelesaikan beberapa
permasalahan yang diberikan oleh guru. Pada tahap ini guru berkeliling untuk
memantau latihan yang dilakukan oleh setiap peserta didik serta memberikan
bimbingan dan bantuan terhadap peserta didik yang mengalami kesulitan (reviewing
and reducing difficulties). Setelah latihan, peserta didik mencatat semua
kegiatan yang telah dilakukan terkait materi pembelajaran. Terakhir peserta
didik mengisi jurnal harian yang telah disiapkan oleh guru.
Setelah
melakukan pembelajaran, pada pertemuan berikutnya peserta didik diberikan tes (obtaining
mastery) untuk mengetahui penguasaan materi terhadap pembelajaran yang
telah dilakukan. Dari hasil tes tersebut guru melakukan verifikasi (verification)
untuk mengetahui peserta didik mana yang telah mencapai batas kelulusan dan mana
yang belum. Langkah selanjutnya adalah pengayaan (enrichment). Pengayaan
ini dilakukan khususnya bagi peserta didik yang belum mencapai batas kelulusan.
Ini mendorong setiap peserta didik untuk lebih memahami konsep yang diajarkan.
1. Kelebihan
model pembelajaran improve adalah
Kelebihan model
pembelajaran improve dibandingkan
dengan model pembelajaran lainnya adalah
a. Pembelajaran
dengan model improve membuat peserta
didik lebih aktif karena terdapat latihan-latihan sehingga setiap peserta didik
leluasa untuk mengeksploitasi ide-idenya.
b. Suasana
pembelajaran dengan model improve
tidak membosankan karena banyaknya tahap-tahapan yang dilakukan peserta didik
dalam model ini.
c. Adanya
penjelasan di awal dan latihan-latihan membuat peserta didik lebih memahami
materi. (Dewi Yuningsih, 2007)
2. Kelemahan
model pembelajaran improve
Model pembelajaran improve memiliki beberapa kelemahan
antara lain:
a. Guru
harus mempunyai strategi khusus agar semua peserta didik dapat mengikuti
langkah-langkah yang ada dalam model pembelajaran ini.
b. Kemampuan
peserta didik tidak sama dalam menyelesaikan permasalahan ataupun menjawab
pertanyaan yang diberikan sehingga diperlukan bantuan dan bimbingan khusus oleh
guru. Ini berarti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan materi cukup lama.
c. Tidak
semua peserta didik mempunyai kemampuan dalam mencatat informasi yang
didengarkan secara lisan.
Boleh tahu Sumbernya mbak?
BalasHapus