Reciprocal Teaching yang
pertama dikembangkan oleh Anne Marrie Polinscar dan Anne Brown merupakan suatu
model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu
topik. Dalam pembelajaran ini guru serta murid memegang peranan penting pada
tahap dialog tentang suatu topik (teks), model pembelajaran ini terdiri dari
empat aktivitas yaitu memprediksi (prediction), meringkas (summarizing),
membuat pertanyaan (questioning), dan menjelaskan (clarifing).
b.
Karakteristik model pembelajaran resiprokal
Karakteristik dari pembelajaran Reciprocal Teaching menurut
Polinscar dan Brown adalah
1) Suatu dialog
antara siswa dengan guru dimana masing-masing mendapat giliran untuk memimpin
diskusi.
2)
Reciprocal merupakan suatu interaksi tindakan seseorang untuk
merespon orang lain
3) Dialog yang
terstruktur dengan menggunakan empat strategi, yaitu merangkum, membuat
pertanyaan, mengklarifikasi (menjelaskan) dan memprediksi jawaban.
c.
Kelebihan dan
kelemahan model pembelajaran resiprokal
Ann Brown dalam Mayasa berpendapat bahwa pada pembelajaran berbalik,
para siswa diajarkan empat strategi pemahaman mandiri yang spesifik sebagai
berikut:
1) Siswa
mempelajari materi yang ditugaskan guru secara mandiri, selanjutnya merangkum
atau meringkas materi tersebut.
2) Siswa membuat
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diringkasnya.
Pertanyaan ini diharapkan mampu mengungkap penguasaan
atas materi yang bersangkutan.
3)
Siswa mampu
menjelaskan kembali isi materi tersebut kepada pihak lain.
4)
Siswa dapat
memprediksi kemungkinan pengembangan materi yang dipelajarinya saat itu.
Menurut Muslim kelebihan metode pembelajaran reciprocal teaching adalah
1) Melatih kemampuan siswa dalam belajar mandiri.
2) Melatih kemampuan siswa dalam mengemukakan pendapat,
ide dan gagasan.
3) Meningkatkan kemampuan bernalar siswa.
4) Meningkatkan kemampuan siswa dalam pemahaman konsep
dan pemecahan masalah.
Adapun kelemahan pada model Reciprocal Teaching menurut Hashey ialah
terletak pada siswa dengan kesulitan dekoding atau merangkai kata-kata dan mereka
merasa tidak nyaman atau malu ketika bekerja dalam kelompok yang terlibat dalam
proses pembelajaran. Dengan demikian maka pada kegiatan tanya jawab hanya akan
dikuasai oleh siswa yang berani mengungkapkan pendapat saja sedangkan siswa
yang pasif akan cenderung diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar