Snowball secara etimologi berarti
bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola
salju. Menurut Saminanto, metode pembelajaran Snowball
Throwing disebut juga metode pembelajaran gelundungan bola salju.
Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari
siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan
pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Sedangkan menurut Kisworo metode
pembelajaran snowball throwing adalah
suatu metode pembelajaran yang diawali
dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas
dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti
bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa
menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.
b. Langkah-langkah pelaksanaan Snowball Throwing
Menurut Suprijono dan Saminanto, langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran snowball throwing adalah:
1) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan dan KD
yang ingin dicapai.
2) Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil
masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
3) Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya
masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada
temannya.
4) Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar
kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi
yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
5) Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat
seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 5 menit.
6) Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan
diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam
kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
7) Evaluasi.
8) Penutup.
c. Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran Snowball Throwing
1)
Kelebihan model pembelajaran Snowball Throwing adalah
a) Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa
seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain.
b) Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan
kemampuan berpikir karena diberikesempatan utk membuat soal dan diberikan pada
siswa lain.
c) Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena
siswa tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa.
d) Siswa terlibat
aktif dalam pembelajaran.
e) Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena
siswa terjun langsung dalam praktek.
f) Pembelajaran menjadi lebih efektif.
g) Ketiga aspek yaitu aspek koknitif, afektif dan
psikomotor dapat tercapai.
2)
Kelemahan model pembelajaran Snowball Throwing adalah
a) Sangat bergantung pada kemampuan
siswa dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya
sedikit. Hal ini dapat dilihat dari soal yang dibuat siswa biasanya hanya
seputar materi yang sudah dijelaskan atau seperti contoh soal yang telah
diberikan.
b) Ketua kelompok yang tidak mampu
menjelaskan dengan baik tentu menjadi
penghambat bagi anggota lain untuk memahami materi sehingga
diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk siswa mendiskusikan
materi pelajaran.
c) Tidak ada kuis individu maupun penghargaan kelompok
sehingga siswa saat berkelompok kurang termotivasi untuk bekerja
sama. tapi tdk menutup kemungkinan bagi guru untuk menambahkan pemberiaan
kuis individu dan penghargaan kelompok.
d) Memerlukan
waktu yang panjang.
e) Murid yang nakal cenderung untuk berbuat onar.
f) Kelas sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh
murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar