Ketika seberkas cahaya
mengenai permukaan suatu benda, maka cahaya tersebut ada yang dipantulkan dan
ada yang diteruskan. Jika benda tersebut transparan seperti kaca atau air, maka
sebagian cahaya yang diteruskan terlihat dibelokkan, dikenal dengan pembiasan.
Cahaya yang melalui batas antar dua medium dengan kerapatan optik yang berbeda,
kecepatannya akan berubah. Perubahan kecepatan cahaya akan menyebabkan cahaya
mengalami pembiasan.
Perambatan cahaya dalam
ruang hampa udara memiliki kelajuan c,
kemudian setelah memasuki medium tertentu akan berubah kelajuannya menjadi v dengan v ≪ c. Ketika cahaya
merambat di dalam suatu bahan, kelajuannya akan turun sebesar suatu faktor yang
ditentukan oleh karakteristik bahan yang dinamakan indeks bias (n). Indeks bias merupakan perbandingan
(rasio) antara kelajuan cahaya di ruang hampa terhadap kelajuan cahaya di dalam
bahan seperti dinyatakan oleh:
n = c/v
Dengan, n : indeks bias
c : kelajuan cahaya diruang hampa (m/s)
v : kelajuan cahaya di dalam bahan (m/s)
Suatu sinar melewati dua
medium yang berbeda, akan terjadi pembiasan. Jika sinar dilewatkan dari udara
melewati zat cair, maka sinar di dalam zat cair itu akan dibelokkan. Seperti
pada gambar (1), sinar datang dengan arah tidak tegak lurus sisi kotak yang
berisi zat cair. Ketika memasuki zat cair arah sinar dibelokkan, dan ketika
keluar dari zat cair pada sisi lainnya arah sinar dibelokkan kembali.
Tabel Nilai indeks
bias zat cair (untuk λ = 589 nm)
No
|
Zat
Cair
|
Indeks
bias
|
1
|
Air
|
1.33
|
2
|
Gliserin
|
1.47
|
3
|
Etil
alkohol
|
1.36
|
4
|
Bensin
|
1.50
|
5
|
Minyak
goreng
|
1.47
|
6
|
Larutan
gula 30%
|
1.37
|
7
|
Larutan
gula 50%
|
1.42
|
PERCOBAAN
INDEKS
BIAS ZAT CAIR
A.
Tujuan Percobaan
Percobaan ini dilakukan
untuk menentukan indeks bias cairan seperti air, alkohol dan minyak.
B.
Alat dan Bahan
·
Lensa
·
Mistar
·
Paralon ukuran ½ inchi dengan panjang 40 cm
·
Sambungan
paralon T ½ inchi 1 buah
·
Layar
transparan (plastik tutup toples)
·
Lampu
(senter kecil)
·
Cermin
datar
·
Papan landasan
C.
Prosedur Kerja
- Menyalakan lampu senter dan mengatur kedudukan lampu dan lensa hingga ditemukan bayangan lampu yang jelas pada layar dengan cara menggeser layar secara vertikal.
- Mengukur jarak dari cermin datar ke layar pada saat ditemukan bayangan lampu yang jelas, yaitu jarak f1 = ....cm.
- Mengangkat lensa dari atas cermin dan meneteskan beberapa tetes air di atas cermin.
- Meletakkan kembali lensa di atas tetes air sambil mengamati nyala lampu di layar. Menggeser layar secara vertikal untuk mencari nyala lampu yang jelas. Jarak ini merupakan jarak fokus gabungan fgab = ....cm
- Menentukan f2 dengan menggunakan persamaan berikut ini, f2 = ....cm.
6. Menentukan jari-jari lensa dengan menggunakan metode Boy’s, yaitu r
= .....cm
7. Mencari indeks bias air (n) dengan menggunakan persamaan berikut, n = 1 + r/f2
Berikut ini adalah video pembelajarannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar