Senin, 29 April 2013

Penulisan Laporan Naratif

      Creswell mengusulkan dalam menulis dan menyusun laporan naratif menggunakan gaya penulisan “spatial metaphor”. Dimana para penulisnya menggunakan ‘metafor’ untuk menggambarkan keseluruhan laporan atau studinya. Sifat penguraiannya bagaikan seseorang yang berjalan perlahan mengitari sebuah patung, bagaikan langkah kaki satu demi satu menuruni tangga atau seperti berjalan dari ruang ke ruang di sebuah rumah. 
      Penulis menjelaskan berbagai hal yang di amatinya secara perlahan dan merinci temuan-temuannya. Komposisi tulisannya melibatkan empat hal retorika: audience, encoding, quotes dan authorial representation. Hal tersebut bila dirumuskan akan membentuk pertanyaan sebagai berikut: 
  1. Untuk audiens mana, studi kualitatif itu ditulis.
  2. Bagaimana menyandikan (encode) studi kualitatif kepada audiens. 
  3. Bagaimana berbagai kutipan (quotes) digunakan dalam studi kualitatif.
  4. Bagaimana secara naratif, penulis merepresentasikan dirinya. 
  5. Apakah keseluruhan struktur retorika untuk penulisan sebuah penelitian dalam setiap lima tradisi inkuiri. 
  6. Apakah kelekatan (embedded) struktur retorika untuk penulisan sebuah penelitian dalam setiap lima tradisi inkuiri. 
  7. Bagaimana struktur naratif untuk lima tradisi yang berbeda. 
         Gaya naratif ini merupakan kekuatan dari penelitian naratif. Tekniknya sama dengan bentuk story telling, dimana menurut Glesne dan Peshkin (1992) merupakan sebuah cara penguraian yang menghablurkan batas-batas fiksi, jurnalisme dan laporan akademis. Bentuknya antara lain, memakai pendekatan kronologis seperti menguraikan peristiwa demi peristiwa secara perlahan mengikuti proses waktu, seperti ketika menjelaskan subjek studi mengenai budaya saling berbagi dalam kelompok, narasi kehidupan seseorang, atau evolusi sebuah peogram atau sebuah organisasi. Teknik lainnya adalah seperti menyempitkan dan meluaskan fokus bahasan bagaikan sorotan metafor lensa kamera melakukan pans out, memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out)
        Laporannya juga bisa seperti pendeskripsian berbagai kejadian, berdasarkan tema-tema atau perspektif tertentu. Gaya naratif ini juga bisa mengambil soal tipikal keseharian hidup dari seorang individu atau kelompok. Beberapa laporan naratif mengetengahkan bahasan teoritis.
        Tabel 9.1 Keseluruhan dan Kelekatan Struktur-struktur Retorika Tradisi Inkuiri (Creswell, 1998: 173)
Tradisi Inkuiri
Keseluruhan Struktur-struktur  Retorika
Kelekatan Struktur-struktur Retorika
Biografi
· Perluasan interpretasi penulis (Clifford, 1970).
· Perluasan suara untuk subjek (Denzin, 1989b).
· Metode progresif-regresif (Denzin, 1989b).

· Epiphany (Denzin, 1989b).
· Tema atau peristiwa kunci (Smith, 1994).
· Transisi-transisi (Lomask, 1986).

Fenomenologi
· Bab dalam sebuah manuskrip penelitian (Moustakas,1994).
· Laporan penelitian (Polkinghorne, 1989).
· Esensi gambar atau tabel (Grigsby & Megel,1995).
· Diskusi tentang filsafat (Harper, 1981).
· Penutupan yang kreatif (Moustakas,1994).
Grounded theory
· Komponen penelitian (May, 1986)
· Parameter penelitian (Strauss & Corbin, 1990)
· Perluasan analisis (Chenitz & Swanson, 1986).
· Bentuk proposisi (Strauss & Corbin, 1990).
· Penggunaan diagram visual (Morrow & Smith, 1995)
Etnografi
· Tipe cerita (Van Maanen, 1988)
· Deskripsi, analisis dan interpretasi (Wolcott, 1994b).
· Narasi tematik (Emerson, 1995).
· Kiasan (Hammerslay & Atkinson, 1995).
· Perluasan deskripsi (Denzin, 1989b).
· Dialog (Nelson, 1990).
· Device literatur (Richardson, 1990).
Studi Kasus
· Format laporan dengan sketsa (Stakes, 1995).
· Format laporan substantif (Lincoln & Guba, 1985).
· Tipe kasus (Yin, 1989).
· Funnell (Asmussen & Creswell, 1995).
· Jumlah deskripsi (Merriam, 1988)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar