Creswell mengusulkan dalam menulis dan menyusun laporan naratif menggunakan gaya penulisan “spatial metaphor”. Dimana para penulisnya menggunakan ‘metafor’ untuk menggambarkan keseluruhan laporan atau studinya. Sifat penguraiannya bagaikan seseorang yang berjalan perlahan mengitari sebuah patung, bagaikan langkah kaki satu demi satu menuruni tangga atau seperti berjalan dari ruang ke ruang di sebuah rumah.
Penulis menjelaskan berbagai hal yang di amatinya secara perlahan dan merinci temuan-temuannya.
Komposisi tulisannya melibatkan empat hal retorika: audience, encoding, quotes dan authorial representation. Hal tersebut bila dirumuskan akan membentuk pertanyaan sebagai berikut:
- Untuk audiens mana, studi kualitatif itu ditulis.
- Bagaimana menyandikan (encode) studi kualitatif kepada audiens.
- Bagaimana berbagai kutipan (quotes) digunakan dalam studi kualitatif.
- Bagaimana secara naratif, penulis merepresentasikan dirinya.
- Apakah keseluruhan struktur retorika untuk penulisan sebuah penelitian dalam setiap lima tradisi inkuiri.
- Apakah kelekatan (embedded) struktur retorika untuk penulisan sebuah penelitian dalam setiap lima tradisi inkuiri.
- Bagaimana struktur naratif untuk lima tradisi yang berbeda.
Gaya naratif ini merupakan kekuatan dari penelitian naratif. Tekniknya sama dengan bentuk story telling, dimana menurut Glesne dan Peshkin (1992) merupakan sebuah cara penguraian yang menghablurkan batas-batas fiksi, jurnalisme dan laporan akademis. Bentuknya antara lain, memakai pendekatan kronologis seperti menguraikan peristiwa demi peristiwa secara perlahan mengikuti proses waktu, seperti ketika menjelaskan subjek studi mengenai budaya saling berbagi dalam kelompok, narasi kehidupan seseorang, atau evolusi sebuah peogram atau sebuah organisasi. Teknik lainnya adalah seperti menyempitkan dan meluaskan fokus bahasan bagaikan sorotan metafor lensa kamera melakukan pans out, memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out).
Laporannya juga bisa seperti pendeskripsian berbagai kejadian, berdasarkan tema-tema atau perspektif tertentu. Gaya naratif ini juga bisa mengambil soal tipikal keseharian hidup dari seorang individu atau kelompok. Beberapa laporan naratif mengetengahkan bahasan teoritis.
Tabel
9.1 Keseluruhan dan Kelekatan Struktur-struktur Retorika Tradisi Inkuiri
(Creswell, 1998: 173)
Tradisi
Inkuiri
|
Keseluruhan
Struktur-struktur Retorika
|
Kelekatan
Struktur-struktur Retorika
|
Biografi
|
· Perluasan interpretasi penulis
(Clifford, 1970).
· Perluasan suara untuk subjek
(Denzin, 1989b).
· Metode progresif-regresif (Denzin,
1989b).
|
· Epiphany (Denzin, 1989b).
· Tema atau peristiwa kunci
(Smith, 1994).
· Transisi-transisi (Lomask,
1986).
|
Fenomenologi
|
· Bab
dalam sebuah manuskrip penelitian (Moustakas,1994).
· Laporan
penelitian (Polkinghorne, 1989).
|
· Esensi
gambar atau tabel (Grigsby & Megel,1995).
· Diskusi
tentang filsafat (Harper, 1981).
· Penutupan
yang kreatif (Moustakas,1994).
|
Grounded
theory
|
· Komponen
penelitian (May, 1986)
· Parameter
penelitian (Strauss & Corbin, 1990)
|
· Perluasan
analisis (Chenitz & Swanson, 1986).
· Bentuk
proposisi (Strauss & Corbin, 1990).
· Penggunaan
diagram visual (Morrow & Smith, 1995)
|
Etnografi
|
· Tipe
cerita (Van Maanen, 1988)
· Deskripsi,
analisis dan interpretasi (Wolcott, 1994b).
· Narasi
tematik (Emerson, 1995).
|
· Kiasan
(Hammerslay & Atkinson, 1995).
· Perluasan
deskripsi (Denzin, 1989b).
· Dialog
(Nelson, 1990).
· Device
literatur (Richardson, 1990).
|
Studi
Kasus
|
· Format
laporan dengan sketsa (Stakes, 1995).
· Format
laporan substantif (Lincoln & Guba, 1985).
· Tipe
kasus (Yin, 1989).
|
· Funnell
(Asmussen & Creswell, 1995).
· Jumlah
deskripsi (Merriam, 1988)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar