Selasa, 21 Mei 2013

Model Pembelajaran Kontekstual

a.  Pengertian model pembelajaran kontekstual
   Pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata yang dihadapi siswa sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, alam sekitar dan dunia kerja, sehingga siswa mampu membuat hubungan antara pengetahuanyang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
b.    Tujuh komponen utama pembelajaran yaitu:
1)  Kontruktivisme (constructivism) adalah siswa mengkonstruksi atau membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal melalui proses interaksi sosial dan asimilasi-akomodasi.
2) Bertanya (questioning) dalam pembelajaran kontekstual dilakukan baik oleh guru maupun siswa. Guru bertanya dimaksudkan untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa.
3) Menyelidiki (inquiry) adalah proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman. Oleh karena itu dalam kegiatan ini siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis.
4)   Masyarakat belajar (learning community) merupakan sekelompok orang (siswa) yang terikat dalam kegiatan belajar, tukar pengalaman, dan berbagi pengalaman.
5) Pemodelan (modeling) merupakan proses penampilan suatu contoh agar orang lain (siswa) meniru, berlatih, menerapkan pada situasi lain dan mengembangkannya.
6) Refleksi (reflection) adalah berpikir tentang apa yang telah dipikir atau dipelajari, dengan kata lain merupakan evaluasi dan instropeksi terhadap kegiatan belajar yang telah ia lakukan.
7) Penilaian autentik (authentic assessment) Penilaian autentik dimaksudkan untuk mengukur dan membuat keputusan tentang pengetahuan dan keterampilan siswa yang autentik (senyatanya).
c.    Keunggulan dan kelemahan model pembelajaran kontekstual
1)   Keunggulan model pembelajaran kontekstual adalah
a)    Real world learning.
b)   Mengutamakan pengalaman nyata.
c)    Berpikir tingkat tinggi.
d)   Berpusat pada siswa, siswa aktif, kritis dan kreatif.
e)    Pengetahuan bermakna dalam kehidupan.
f)    Dekat dengan kehidupan nyata.
g)   Kegiatan lebih kepada pendidikan bukan pengajaran.
h)   Memecahkan masalah.
i)     Siswa aktif, guru mengarahkan.
j)     Hasil belajar diukur dengan berbagai alat ukur bukan tes saja.
2)   Kelemahan model pembelajaran kontekstual adalah
a) Guru harus mempunyai kemampuan untuk memahami secara mendalam dan komprehensif tentang konsep pembelajaran, potensi perbedaan individu di dalam kelas dan juga sarana dan kelengkapan pembelajaran yang menunjang aktivitas siswa dalam belajar.
b)   Siswa harus mempunyai inisiatif dan kreatif dalam belajar.
c) Siswa harus memiliki wawasan dalam pengetahuan yang memadai dari setiap mata pelajaran.
d) Siswa yang kurang aktif akan tertinggal karena setiap siswa diharuskan memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar